Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan Momentum Pembangunan SDM

Rembuk Nasional Pendidikan serta Kebudayaan kembali diselenggarakan tahun ini. Rembuk kesempatan ini akan istimewa sebab bisa menjadi momen perancangan kebijaksanaan pembangunan SDM Indonesia untuk melawan bonus demografi.

Staf Pakar bagian Pengembangan serta Daya Saing Kemendikbud Ananto Kusuma Seta menjelaskan, pada Rembuknas yang akan diselengarakan mulai 11-14 Februari kelak akan mengundang beberapa stakeholder dari pemerintah pusat serta daerah. Diluar itu pun ikut mengundang instansi nonpemerintah serta pemerhati pendidikan.

Baca juga : Akreditasi Prodi POLBAN

“Minggu kedepan kita akan panen ide dari semua stakeholder untuk bangun SDM Indonesia kedepan. Rembuknas jadi cikal akan prinsip bangsa ini menjadi momen bangun SDM. Jika bukan saat ini kapan kembali karena kita akan mendapatkan bonus demografi,” tuturnya pada pertemuan wartawan Rembuk Nasional Pendidikan serta Kebudayaan (RNPK) 2019 di kantor Kemendikbud.

Ketua Steering Committee RNPK 2019 ini menuturkan, beberapa referensi yang akan dibuat dari RNPK ini bisa menjadi basic dari basis Gagasan Pembangunan Periode Panjang serta Menengah (RPJMN) 2020-2045.

Ananto menuturkan, RNPK kesempatan ini akan jadi peristiwa spesial sebab tahun ini ialah tahun paling akhir Kabinet Kerja. “Hingga saat Rembuknas kelak kita akan memanen hasil praktik baik pendidikan serta kebudayaan sampai kini. Sekaligus juga memanen desas-desus yang perlu selekasnya dilakukan tindakan,” tuturnya.

Ia mengatakan, rembuknas pun jadi peristiwa terpenting karena dalam riwayat republik ini baru kesempatan ini pemerintah mengutamakan pembangunan manusia menjadi sisi kebijaksanaan bangsa yang penting. Oleh karenanya tidak cuma akan menyimpan praktik baik pendidikan serta budaya akan tetapi pun memanen ide dari semua stakeholder.

RNPK tahun 2019 menyertakan 1.232 peserta yang terbagi dalam pemangku kebutuhan pendidikan serta kebudayaan di pusat ataupun di daerah termasuk juga organisasi sosial serta komune pendidikan serta kebudayaan. “Mari kita bersama memberi dukungan dalam menyukseskan penerapan RNPK tahun 2019 untuk memperkuat pendidikan serta memajukan kebudayaan,” pesan Ananto.

Tahun ini penyelenggaraan RNPK mengusung topik Memperkuat Pendidikan, Memajukan Kebudayaan. Dengan topik ini, Ananto mengungkapkan jika semua peserta yang terdiri atas semua pemangku kebutuhan pendidikan serta kebudayaan bisa bersinergi dalam membuat taktik kedepan dalam menyukseskan program-program yang memberi dukungan penambahan kualitas pendidikan serta kebudayaan. “Dengan topik itu beberapa rumor strategis berkaitan pendidikan serta kebudayaan jadi inti pemkajian dalam RNPK,” tutur Ananto.

Kepala Biro Rencana serta Kerja Sama Luar Negeri Kemendikbud Suharti memberikan, RNPK memang jadi peristiwa terpenting sebab sekarang ini tengah diatur draft teknokratif RPJMN 2020-2045. “Ini input serta inspirasi menjadi sisi penerapan RPJMN 2020-2045 untuk kerangka nasional yang berisi gagasan strategis pembangunan manusia,” tuturnya.

Suharti menuturkan, RNPK diadakan untuk mencari persetujuan dari semua stakeholder. Karena, tuturnya, masalah pendidikan serta kebudayaan jadi punya bersama dengan pemerintah pusat serta daerah.

Tidak hanya pemerintah, instansi non pemerintah, tuturnya, akan ada KPK untuk pastikan penerapan pendidikan serta kebudayaan bebas dari korupsi.

Desas-desus strategis yang akan dibicarakan dalam diskusi grup, terdiri atas: Pengaturan serta Pengangkatan Guru; Revitalisasi Pendidikan Vokasi, mencakup peningkatan sertifikasi kompetensi, penguatan kerja sama instansi pendidikan dengan dunia usaha serta dunia industri, penguatan kewirausahaan, serta penuntasan peta jalan revitalisasi pendidikan vokasi di propinsi.

Baca juga : Akreditasi Prodi ITB

Setelah itu Skema Zonasi Pendidikan; Pemajuan Kebudayaan; serta Penguatan Skema Perbukuan serta Penguatan Literasi.

RNPK tahun ini akan mendatangkan beberapa pembicara, baik dari Kemendikbud, ataupun di luar Kemendikbud. Pembicara dari dalam Kemendikbud terdiri atas Mendikbud, Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Kepala Balitbang Kemendikbud, Ketua Tubuh Standard Nasional Pendidikan (BSNP), Dirjen Pendidikan Basic serta Menengah, Ketua Tubuh Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah/Madrasah, serta Ketua BAN PAUD serta Pendidikan Nonformal.

Sedang pembicara di luar Kemendikbud akan ada Menteri Koordinator Bagian PMK; Menteri PPN/Kepala Bappenas; Menteri Dalam Negeri; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Ketinggalan serta Transmigrasi; Wakil Menteri Keuangan; Wakil Ketua KPK; Bupati Tulang Bawang Barat; Dirjen Dukcapil Kemendagri; Bupati Banyumas; Bupati Banyuwangi; Wakil Bupati Sumba Timur, serta; Kadisdik Propinsi D.I. Yogyakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s