Soal Hasil Pilpres, Pengamat: Lebih Baik Adu Data Ketimbang Adu Massa

Pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman mengemukakan penilaiannya atas kondisi terbaru saat pencoblosan Pemilu 17 April kemarin. Dia lihat pada umumnya suasananya masih tetap cukuplah aman serta positif.

Untuk mengawasi kondisi di Tanah Air masih aman, Veri merekomendasikan ke-2 tim calon presiden supaya lebih memprioritaskan beradu data daripada beradu massa.

Baca juga : Jurusan di UNM

“Saya tangkap satu kondisi yang sama, yaitu ikuti memperhatikan, menyimak serta menanti hasil rekapitulasi yang dikerjakan KPU. Itu positif serta perbincangan yang berisi beradu data semakin lebih baik daripada beradu kemampuan massa,” tutur Veri dalam rilisnya pada alat, Minggu (21/4/2019).

Ia mengaku banyak berlangsung perbincangan atau beradu alasan disana sini, tapi semua tertuju pada muara yang sama yaitu supaya data akhir hasil hitungan di KPU benar sesuai dengan bukti serta dapat dipertanggung jawabkan.

“Bila seluruh pihak sukses mengawasi situasi aman ini sampai akhir, jadi bangsa ini memang wajar mendapatkan penghargaan paling tinggi. Itu sebab kita sukses mengadakan pemilu serentak yang susah serta njelimet,” kata Veri.

Berkaitan masalah kalkulasi cepat (quick count) instansi survey, dia memandang tidak butuh jadi perbincangan panjang. Bila yakin silahkan cek serta kaji atau perbandingkan keduanya. Bila tidak yakin pun tidak masalah. Karena quick count cuma instrumen untuk menolong publik tahu secara cepat berapakah perolehan semasing peserta.

Padangan Veri itu telah dikatakan waktu ada menjadi nara sumber dalam ekspose data quick count Persepi di Hotel Morissey, Jalan KH Wahid Hasyim, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019). (Simak juga: Jawab Tuduhan Miring, Persepi: Quick Count Ilmiah serta Legal)

Menurut Direktur Konsepindo Reserach and Consulting ini, Indonesia telah memiliki pengalaman mengadakan quick count. Diakui atau tidak diakui, semua berjalan normal saja. Cuma memang tidak dapat disangkal, hasil quick count seringkali presisi dengan akhir hitungan di KPU.

Baca juga : Jurusan di POLIMDO

“Quick count itu alat membantu saja, kita jadi dapat tahu secara cepat hasil pemilu. Menanti sampai usai hitungan di KPU perlu waktu lama sekali. Cara quick count dapat dipelajari serta proses dan datanya dapat diaudit. Quick count pun adalah keterlibatan publik dalam pemilu yang disadari undang-undang,” katanya.

Veri optimis ke-2 tim akan terima hasil rekapitulasi KPU menjadi ketetapan yang resmi. Keberatan atau tuntutan atas ketetapan itu telah disiapkan jalannya. Lebih Calon presiden 2019 adalah Calon presiden 2014 di mana kedua-duanya memiliki pengalaman menyukseskan penyelenggaraan pemilihan presiden dari pertama sampai pelantikan.

Veri pun yakini beberapa tokoh peserta pemilihan presiden baik calon presiden ataupun cawapresnya ialah figur-figur negarawan yang tempatkan kebutuhan negara diatas kebutuhan pribadi serta kelompoknya.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s