Wiranto Diminta Batalkan Pembentukan Tim Asistensi Hukum

Menteri Koordinator bagian Politik, Hukum serta Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto disuruh menggagalkan pembentukan Team Asistensi Hukum seperti ketetapannya Nomer 38 Tahun 2019. Mengenai tekanan itu dari Alumni Instansi Pertolongan Hukum (LBH) – Yayasan Instansi Pertolongan Hukum Indonesia (YLBHI).

Baca juga : Jurusan di UNIPA

“Pada Menkopolhukam, supaya tidak meningkatkan keruh serta kacaunya penegakan hukum, karena itu diinginkan menggagalkan pembentukan Team Asistensi Hukum seperti Ketetapan Menkopolhukam No. 38 Tahun 2019,” tutur Perwakilan Beberapa Alumni LBH – YLBHI, Abdul Fickar Hadjar dalam info tertulisnya, Senin (13/5/2019).

Hal itu dipandang penting oleh mereka untuk pastikan tidak terdapatnya intervensi pemerintah dalam penegakan hukum, ditambah lagi begitu bergesekan dengan proses pemilu. Beberapa Alumni LBH – YLBHI memiliki pendapat, cukup berikan pada profesionalisme penyidik Polri, atau proses Penegakan Hukum Terintegrasi (Gakumdu), sebab walaupun begitu sebagai Menkopolhukam mempunyai tempat serta peranan yang struktural dibawah presiden, untuk ketertiban dan keamanan.

“Karena itu akan meningkatkan prasangka negatif terdapatnya intervensi pemerintah dalam penegakan hukum pada pihak lawan politiknya,” tuturnya.

Selain itu, mereka mengharap pada pihak yang sedih pada pemilu supaya tempuh beberapa langkah yang konstitusional. “Beberapa langkah hukum yang sudah kita sepakati dalam penyelesaian tiap pelanggaran, serta perselisihan dalam semua tingkatan pemilu,” tuturnya.

Baca juga : Jurusan di UKSW

Karena, aksi penyelesaian di luar skema pemilu dipercaya cuma akan mencederai tatanan demokrasi yang sedang kita bangun, untuk semakin maju ke depan, lebih baik serta lebih bermartabat. Akan tetapi, mereka memandang bila rakyat ingin mengatakan gagasannya, tidak butuh serta tidak pas diancam jadi aksi makar.

“Oleh karenanya, kami mengharap seluruh pihak akan memprioritaskan hukum serta prinsip-prinsip demokrasi, dan membuat perlindungan hak-asasi manusia, jadi prinsip bersama dengan untuk perkembangan Indonesia yang lebih baik ,” tuturnya.

Lalu, mereka mengharap pelajari lengkap skema pemilu serempak penting untuk dikerjakan untuk nilai-nilai demokrasi, kerukunan serta kedamaian kehidupan berbangsa serta bernegara di waktu yang akan tiba. Tidak hanya Abdul Fickar Hadjar, mereka yang ikut serta dalam Beberapa Alumni LBH – YLBHI ialah Nursahbani Katjasungkana, Hermawanto, Uli Parulian Sihombing, Iskandar Sonhaji, Budi Septyanto, Kartika Muji Rahayu, Dadang Trisasongko, Alvon Kurnia Palma serta Siti Aminah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s